Harapan Wamenkeu agar Zakat bisa Dikelola seperti Pajak

Harapan Wamenkeu agar Zakat bisa Dikelola seperti Pajak

Friday, 8 March 2019, March 08, 2019
Wamenkeu-mardiasmo-keynotespeaker-rakoornas-zakat-2019-baznas-di-solo
*Wamenkeu saat bicara di Rakoornas Baznas 2019*
Islamidina.ID – Solo, Wamenkeu Mardiasmo mempunyai harapan agar pengelolaan zakat dapat diterapkan seperti pajak. Apabila di dalam pajak terdapat NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), maka pada zakat harus ada NPWZ (Nomor Pokok Wajib Zakat).

Kata beliau; "Bagaimana jika pengelolaan zakat itu seperti pajak. Kalau di pajak itu ada NPWP maka tidak ada salahnya kalau ada pada zakat ada NPWZ," ungkapnya dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zakat 2019 di The Sunan Hotel, Solo, Jawa Tengah (05 maret lalu).

Pada kesempatan acara tersebut yang diselenggarakan oleh BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) yang bertema “Mewujudkan Sistem Pengumpulan Zakat seperti Pajak” tersebut, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo menjelaskan bahwa dengan adanya NPWZ maka pembayaran zakat menjadi bersifat mengikat serta terukur karena menggunakan data  teknologi informasi. Mardiasmo berharap dengan adanya NPWZ zakat bisa memberikan suatu tempat atau ide segar dikalangan masyarakat untuk sumber pembiayaan secara nasional.

"Zakat harus betul-betul dikelola sama seperti pajak yang dapat memberikan program bagus sehingga zakat sebagai komplementeri sumber pembiayaan pembangunan," ungkap Wamenkeu. Selanjutnya, Mardiasmo menegaskan agar memperbaiki zakat payer accounting (Akuntansi Pembayaran Zakat) seperti yang dikenal di pajak dengan tax payer accounting.

"Supaya akuntansinya betul-betul baik maka ada zakat payer, tercatat dan kalau perlu mereka diminta untuk menyampaikan SPT, surat pemberitahuan zakatnya sehingga mereka tahu hartanya banyak tapi zakatnya kecil," ujar wamenkeu.

Wamenkeu menjelaskan bahwa untuk mengoptimalkan pembayaran, penerimaan, dan pendiatribusian zakat seperti pajak, maka harapan nya di kantor-kantor BAZNAS daerah harus ada AR (Account Representatives) seperti di kantor pajak, sehingga potensi zakat dapat betul-betul terlihat mumpuni.

"Account representative di suatu daerah-daerah yang betul-betul melihat situasi kondisi, mencari, serta melakukan mapping untuk kebaikan umat jadi tidak ada masalah," jelas Wamenkeu. []

TerPopuler