Sabar Dan Syukur Sebagai Bentuk Tawakal Kepada Allah -->

Sabar Dan Syukur Sebagai Bentuk Tawakal Kepada Allah

Sabtu, 15 Februari 2020, Februari 15, 2020
SABAR DAN SYUKUR SEBAGAI JALAN TAWAKAL

Sabar adalah suatu sikap menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. sabar merupakan kemampuan mengendalikan diri yang juga dipandang sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya.Semakin tinggi kesabaran yang seseorang miliki maka semakin kokoh juga ia dalam menghadapi segala macam masalah yang terjadi dalam kehidupan.Sabar juga sering dikaitkan dengan tingkah laku positif yang ditonjolkan oleh individu atau seseorang.

Dalam sebuah pernyataan pendek, dikatakan bahwa sabar itu "...seperti namanya, adalah sesuatu yang pahit dirasakan, tetapi hasilnya lebih manis daripada madu.Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan
Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang tersenyum, orang berdiri
Wahai anakku, hendaklah engkau mempelajaru ilmu dan bersikap ikhlas sehingga engkau bersih dari perangkap dan tali kemunafikan.

Carilah ilmu karena Allah Azza wa Jalla, bukan karena makhluk atau karena dunia.

Dan, ciri pencari ilmu karena Allah adalah, engkau merasa takut kepada Allah ketika datang perintah dan larangan-Nya.

Engkau merasa takut dan hina di hadapan-Nya. Lalu, bersikap rendah hati terhadap makhluk tanpa membutuhkannya. Tidak berambisi terhadap apa yang mereka miliki.

Dan, bersahabatlah di jalan Allah, dan bermusuhanlah di jalan Allah. Sebab, persahabatan bukan di jalan Allah adalah permusuhan.

Keteguhan selain di jalan Allah adalah kehancuran. Serta, pemberian bukan di jalan-Nya akan terhalang.

Rasulullah SAW bersabda
Iman itu terdiri dari 2 bagian: Satu bagian sabar dan satu bagian syukur.

Jika kau tak bersabar atas cobaan dan tidak mensyukuri nikmat, berarti kau bukan orang yang beriman.
Sebab, di antara hakikat Islam adalah berserah diri kepada Allah. Allah SWT berfirman:

Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menyediakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.
*(QS 65; 2-3)*

Karena itu, berdoalah
Ya Allah, hidupkanlah hati kami dengan tawakal kepada-Mu, dengan ketaatan kepada-Mu, dengan mengingat-Mu, dengan menyesuaikan diri kepada-Mu dan dengan kekuatan tauhid kepada-Mu. Alfatihah

*Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Fath Ar-Rabbani*

TerPopuler