Kisah Mengenal Islam untuk Muallaf melalui Game Online -->

Kisah Mengenal Islam untuk Muallaf melalui Game Online

Monday, 27 July 2020, July 27, 2020
Islamidina.id., Hai sahabat Muslim kali ini kita akan kembali bercerita tentang sebuah kisah yang mengingatkan bahwa Hidayah Islam akan dapat datang kepada siapa saja, dimana salah satunya adalah seorang wanita asal Australia yang Mengenal Islam untuk Muallaf melalui Game Online, dan akhirnya memutuskan menjadi seorang Muslimah.

Mengenal Islam untuk Muallaf melalui Game Online

Berikut Kisahnya :

Kisah Mengenal Islam untuk Muallaf melalui Game Online ini merupakan perjalanan nyata kehihupan seorang wanita yanng berasal dari Negeri Kangguru Australia, Dimana yang bersangkutan mendapat hidayah untuk menjadi seorang Muallaf dengan perantara Game Online. Kok Bisa ?

Yah begitulah Hidayah yang dapat Allah SWT berikan kepada siapa saja dan melaui apa saja, Zahra Fielding beitulah nama Seorang wanita yang memutuskan untuk memeluk agama Islam setelah menemukan teman baru saat bermain Game Online.



Mengutip perkataannya pada ABC Indonesia, Zahra mengatakan bahwa "Saya mengunduh gim tersebut karena penasaran. Saya melihatnya di iklan Facebook, yang menurut saya kurang pada tempatnya"

Game yang Zahra maksud adalah " Game of Sultan " dimana game ini merupakan sebuah permainan online yang mesimulasikan peran dalam sebuah kekaisaran atau kerajaan.

Ketika mulai bermain Game ini tak seperti yang diiklankan di laman facebook seperti yang dia perkirakan yang sekedar hanya untuk mencari Hiburan, namun lebih dari itu Game ini telah sangat berpengaruh dalam kehidupannya untuk Mengenal Islam.

Game ini justru menjadi bagian terpenting dalam kehidupan Zahra dimana sebelumnya dia selalu merasa sendiri dan kesepian bahkan hidup tanpa arah dan tujuan yang jelas.

Karirnya yang cemerlang tidak semerta - merta membuatnya bangga, kehidupan pribadinya pun tak berjalan baik dimana selama ini telah hidup lama sendiri tanpa seorang pendamping hidup.

Dalam Game of Sultan dia menemukan cara tentang bagaimana bekerjasama dalam kelompok untuk mengalahkan seorang musuh, dimana saat pertama kali bermain dalam game ini dibentuk sebuah kelompok terdiri dari dari 5 orang wanita yang berasal dari Asutralia dan Asia.

Dalam permainan ini, Zahra dipertemukan dengan orang - orang yang berasal dari negara yang berbeda - beda yang mungkin tak akan ditemuinya dalam kehidupan nyata.
 
Dalam kelompok permainan ini ada seorang pemain yang berasal dari Singapura bernama Kim Assikin yang merupakan seorang Muslimah.
 
Dirinya dan Kim Assikin mulai berbicara melalui pesan dan dapat langsung nyambung dalam setiap percakapan yang kami alami, saling sahut - menyahut seperti telah lama berkenalan.

Awalnya Kim tidak percaya diri saat memasang foto Profilnya yang tak berhijab, hal ini karena dalam kelompok game ini semuanya merpakan Muslimah yang berhijab, Zahra merasa takut akan dihakimi karena agama dan kepercayaannya.


Namun pada akhirnya dia harus jujur dan dengan jujur memasng foto profilnya yang tak berhijab, Respon dari Kelompok bermain ini benar benar diluar dugaannya, berbeda dengan perkiraanya dimana dia akan dihakimi karena kebiasaannya tersebut ternyata respon dari kelompok ini justru sangat berbalik dimana mereka menunjukkan rasa simpati dan empatinya yang sangat tinggi bahkan bersedia menolongnya saat ada masalah.


Bahkan saat Zahra Fielding kehilangan Ayahnya kelompok ini membantu dia mengalihkan perhatiannya dan memberikan kedamaian dalam jiwanya.


"HIJAB LAMBANG PENINDASAN PADA WANITA"

Hijab penindasan wanita - islamidina

Ketika hubungannya dengan Kim Assikin mulai dekat, Zahra pun mulai berani berbicara tentang hal yang lebih dalam seperti topik - topik keagamaan.

Zahra yang awalnya merupakan Atheisme menganggap Islam merupakan agama yang berasal dari peranggapan - peranggapan di masa lalu, Dimana ia pernah mempunyai seorang teman baik yang berpacara dengan seorang pria muslim dari Afganistan yang meminta pada temannya untuk menggunakan Hijab.

Pada Waktu itu dirinya langsung berpikir bahwa Islam adalah agama penindas dan sanagt membatasi pergerakan wanita. Pengalaman itu membuat Zahra memiliki prasangka buruk terhadap perempuan yang memakai hijab.

Guna menjawab kegalauannya, Zahra pun mulai berani menanyakan hal tersebut pada Kim assikin, dan jawaban Assisikin yang singkat namun padat membuatnya merubah pola pikirnya terhadap Hijab.

Kim menjawab bahwa dengan berhijab akan mengajarkan orang untuk mengenal kepribadiannya bukan penampilan dan fisiknya semata, Dan Zahra setuju dengan pandanga ini karena selama ini dia merasa orang selalu menghakimi penampilan fisiknya.

Memutuskan Menjadi Seorang Muslimah

Diskusinya dengan Kim Assikin tentang hijab berlanjut terhadap pertanyaan - pertanyaan berikutnya mengenai Islam. dan menjadi awal kisahnya Mengenal Islam untuk Muallaf melalui Game Online.

Walaupun Kim juga sebenarnya merasa minder karena pengalamannya tak bisa dijadikan dasar sebagai muslimah yang mewakili semua umat islam.
 
Kim sendiri merupakan seorang Muslimah yang pada awalnya menggunakan Hijab dan taat beragama karena didikan ibunya yang disiplin dan menerapkan banyak aturan dalam keluarganya.
 
Namun pertanyaan - pertanyayaan dari Zahra Fielding juga menjadikannya untuk berinstropeksi dan bertanya - tanya " apakah dirinya telah benar - benar telah taat dalam beribadah dan beragama ?"
 
Zahra Memandang Bahwa Kim merupakan seorang yang sangat pemalu dan tertutup, bahkan untuk tau tentang islam dirinya harus aktif bertanya pada Kim, hal ini mungkin karena Kim tidak mau memaksakan dirinya memeluk Agama Islam.
 
Hingga Akhirnya Zahra mulai makin nyaman dengan Islam dan ingin mempelajarinya lebih dekat , hal ini dimulai dengan pertanyaannya pada Kim bagaimana bila dirinya memakai hijab, apakah ini sopan ? saya ingin mersakan menggunakan hijab ? tanya Zahra pada Kim

Setelah beberapa kali mencoba Akhirnya Zahra mulai nyaman dan memberanikan diri menggunakan hijab ke tempat kerjanya. Bnayak yang bertanya apakah engkau sedang mencoba gaya rambut baru ? Apakah engkau salah potong rambut ?

Namun dengan mantab Zahra menjawab bahwa dirinya sedang mempelajari Islam dan menggunakan hijab, saat ini saya sedang mencari jawabannya.

Berencana Menikah dan pindah ke Malaysia

 
Niatkan Menikah untuk ibadah


Kisah Mengenal Islam untuk Muallaf melalui Game Online,- Kisah ini rupanya berlanjut dan Zahra pun mulai memberanikan diri mengucapkan Dua Kalimat Syahadat dan Yakin menjadi seorang Muslimah untuk beribadah di masjid Brisbane " Kuraby Mosque "

Zahra menjadi salah satu dari ribua warga Australia yang menjadi Mualaf, Zahra pun Yakin pada dasarnya semua orang dilahirkan dalam keadaan sebagai Muslim jadi dia tidak mengganti agamanya namun yang benar adalah kembali ke agama Islam.

Sejak menjadi seorang Muslimah dirinya juga mulai memberanikan diri untuk mengungkapkan bahwa dirinya tertarik untuk segera dijodohkan dan langsung berkeluarga.

Seperti perkenalannya melalui Online kali ini dia kembali mencoba peruntungannya melaui situs perjodohan online dan melengkapi profilnya. Bahkan sama saat ketika menemukan sahabat Muslimah Kim Assikin melalui situs daring, kali ini dia juga telah menemukan calon jodohnya melalui teknologi online tersebut.
 
Zahra menyebutkan bahwa dirinya telah bertunangan dengan seorang yang bekerja di sebuah organisasi muslim di Kuala Lumpur Malaysia.
 
Dan untuk menjaga agar hubungannya tetap Halal menurut Islam, Zahra Berencana untuk pindah ke malaysia dan menikah disana, setelah pintu masuk dan keluar di negaranya dibuka.
 Berita gembira berikutnya bahwa Kim Assikin siap hadir dalam pernikahannya, Demikianlah kisah Zahra Fielding Mengenal Islam untuk Muallaf melalui Game Online. 

Semoga bermanfaat Wallohu A'lam Bisshowab wassalamualaikum Wr Wb.

ISLAMIDINA 

sumber : Viva online 

TerPopuler