Surga Bagi Si Ahli Maksiat

Surga Bagi Si Ahli Maksiat

Friday, 27 April 2018, April 27, 2018





Kisah Ahli Surga : Surga Bagi Si Ahli Maksiat


Pada suatu hari, Umar bin Khattab menemui Rasulullah Shalallahu'alaihi Wassalam sambil menangis. "Apa yang menyebabkan kau menangis sedemiian rupa?" tegur Rasulullah Shalallahu'alaihi Wassalam.

Umar bin Khattab lalu menceritakan perihal penyebab tangisannya. Ia bertemu dengan pemuda yang kondisinya memprihatinkan. Pemuda ini menangis terus-menerus dan menceritakan sesuatu sehingga hati Umar bin Khattab merasa pilu.

Rasulullah Shalallahu'alaihi Wassalam berkata "Sebaiknya kau bawa dia masuk". Umar kemudian menyusul pemuda tersebut dan menyuruhnya masuk ke rumah Rasulullah. " Perkenalkanlah dirimu kepada Rasulullah," perintah Umar.

Sang pemuda mengangguk "Namaku adalah Mudznib, ya Rasulullah" jawabnya. 

"Apa yang sebenarnya terjadi sehingga kau menangis seperti ini?"

"Aku telah melakukan dosa besar, ya Rasulullah, aku sangat takut membayangkan siksaan yang akan aku terima di akhirat kelak."

"Apakah kau menyekutukan Allah?" tanya Rasulullah yang belum mengetahui dosa besar apa yang dimaksud mudznib.

"Bukan! Bukan pula membunuh seseorang ya Rasulullah". Terang Mudznib. "Akan tetapi dosaku lebih besar daripada langit, bumi dan gunung di muka bumi ini."

"Apakah dosamu itu lebih besar daripada kekuasaan Allah?"

"Bahkan dosaku lebih besar lagi ya Rasulullah" Mudznib tertunduk lunglai.

"Apakah dosamu tersebut lebih besar lagi daripada Arsy Allah?"

"Dosaku masih lebih besar daripada Arsy Allah." " Bolehkah aku tahu, apakah dosamu itu?" tanya Rasulullah Shalallahu'alaihi Wassalam kemudian


"Selama tujuh tahun, aku telah melakukan perbuatan maksiat. Apabila ada seseorang yang meninggal dunia, lalu dikuburkan, maka segera kugali lagi kuburan  itu dan kuambil kain kafannya. Suatu hari, ada seorang gadis yang meninggal. Malamnya, langsung kubongkar makamnya. Entah kenapa, tiba-tiba mayat gadis tadi kusetubuhi berkali-kali dan kugeletakkan begitu saja." Mendengar penuturan pemuda ini, Rasulullah Shalalallahu'alaihi Wassalam terkejut bukan main dan mengusir pemuda tersebut. Pemuda itu segera pergi dan terus melangkah. Ia mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala ( Taqarrub ). Ia berdo'a selama empat puluh hari dan empat puluh malam, mengadu nasibnya kepada Illahi Rabbi.

Di tempat lain, Rasulullah shalalallahu'alaihi Wassalam kedatangan malaikat Jibril seraya memberi salam kepada beliau. "Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyampaikan salam untukmu ya Muhammad."

"Dia-lah yang menjadikanku dan menjadikan mereka." jawab Rasulullah Shalallahu'alaihi Wassalam.

"Apakah kau yang memberi rezeki mereka?"

"Bukan, Dia-lah yang Maha Pemberi Rezeki kepadaku dan kepada mereka"

"Apakah kau menerima tobat mereka?"

"Bukan, melainkan Dia-lah, Allah yang menerima tobatku dan tobat mereka."

"(Karena itu), Allah telah menyatakan hendaknya kau segera menerima tobat seorang pemuda di mana beberapa waktu yang lalu kau telah mengusirnya. Sesungguhnya Allah telah menerima tobatnya!" jelas Jibril.

Setelah mendengar penjelasan Jibril. Rasulullah Shalallahu'alaihi Wassalam segera memanggil pemuda tersebut dan menyatakan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menerima tobatnya. Pemuda itu langsung bersujud syukur.

"Allah, akan membukakan pintu Hidayah-Nya dan ampunan bagi hamba-hamba-Nya yang benar-benar bertobat dan ingin kembali kepada-Nya"

Demikian semoga bermanfaat ...

Artikel https://support-hijrah.blogspot.co.id

TerPopuler