Pengertian, Karakteristik dan, Waktu Terjadinya Musim Kemarau -->

Pengertian, Karakteristik dan, Waktu Terjadinya Musim Kemarau

Sabtu, 09 Mei 2020, Mei 09, 2020
Musim kemarau adalah salah satu musim yang terjadi pada belahan bumi yang beriklim tropis yaitu negara-negara atau daerah-daerah yang dilalui garis khatulistiwa. Musim kemarau terjadi pada daerah-daerah di bumi yang memiliki dua musim. 

Ciri-ciri musim kemarau yang paling menonjol adalah suhu udara yang panas serta curah hujan yang cenderung rendah. 


Pengertian Musim Kemarau


Musim kemarau sebenarnya mirip seperti musim panas pada negara-negara yang memiliki empat musim. Perbedaannya hanyalah periode atau waktu berlangsungnya musim kemarau yang lebih lama dibanding musim panas. 

Musim kemarau hanya dapat ditemui di daerah yang beriklim tropis, yaitu belahan bumi yang dilalui oleh garis khatulistiwa. Terjadinya musim kemarau dipengaruhi oleh muson yang dicirikan dengan sering atau tidaknya hujan yang turun dalam periode tersebut. 

Karakteristik Musim Kemarau

Seperti yang dikutip dari infastpedia, Musim kemarau memiliki beberapa karakteristik atau ciri-ciri sebagai berikut:

1. Matahari yang bersinar pada musim kemarau umumnya sangat terik. Teriknya sinar matahari saat musim kemarau bahkan menyebabkan tidak adanya awan yang menghalagi sinar matahari. Suhu udara pada musim kemarau umumnya terasa sangat panas saat siang hari.Akibatnya, mendung tidak akan terjadi saat musim kemarau. 

2. Panas yang begitu terik pada musim kemarau sering kali mengakibatkan tanah-tanah menjadi kering bahkan retak. Terutama pada tanah-tanah sawah atau tanah-tanah yang berbentuk liat. 

3. Curah hujan yang turun saat musim kemarau tidak lebih dari 60 mm per bulan. Intensitas hujan yang turun pada musim kemarau bahkan bisa menjadi semakin jarang hingga tidak turun sama sekali. Fenomena ini sebenarnya wajar karena pada musim kemarau jarang terbentuk awan mendung. Umumnya justru cuaca sangat terik dan awan yang nampak hanya sedikit. 

4. Curah hujan yang rendah pada musim kemarau menyebabkan banyak sumber air menjadi kering dan debit air sungai menjadi menyusut. Bahkan tidak jarang tinggi permukaan air sumur menjadi semakin dalam saat musim kemarau. 

5. Suhu udara yang panas dan curah hujan yang rendah pada musim kemarau menyebabkan banyak pepohonan yang kesulitan untuk tumbuh subur dan menghijau. Umumnya pohon-pohon justru akan menggugurkan daunnya atau meranggas di musim kemarau, seperti halnya musim gugur

6. Kelembapan udara absolut di sekitar menjadi lebih tinggi saat musim kemarau, tetapi kelembapan udara relatif cenderung mengalami penurunan yang sangat signifikan. 

Waktu Terjadinya Musim Kemarau

Musim kemarau di daerah beriklim tropis seperti Indonesia umumnya terjadi pada bulan April hingga bulan Oktober. Meski pun demikian, musim kemarau bisa menjadi lebih panjang karena beberapa hal sebagai berikut:

1. Angin muson
Musim kemarau terjadi salah satunya karena adanya aliran angin muson yang membawa udara panas dari wilayah gurun di Benua Australia. Angin tersebut bergerak melalui wilayah Indonesia sehingga wilayah Indonesia akan menjadi lebih panas karena adanya angin tersebut. 

2. El Nino
El Nino merupakan penyimpangan yang terjadi pada kondisi air laut yang umumnya diketahui dari peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang ada di dekat garis khatulistiwa. Saat terjadi fenomena el nino, uap air yang cukup besar akan mengalir dari Indonesia ke Samudra Pasifik sehingga uap air yang ada di Indonesia akan berkurang dan menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang. 

3. Kerusakan alam
Perubahan iklim termasuk fenomena musim kemarau berkepanjangan juga disebabkan oleh kerusakan alam dan pencemaran udara yang disebabkan oleh manusia.

TerPopuler