Avangard, Rudal Hipersonik Rusia Yang Membuat US Gentar

Avangard, Rudal Hipersonik Rusia Yang Membuat US Gentar

Friday, 17 January 2020, January 17, 2020
Rusia mulai mengoperasikan rudal hipersonik baru miliknya bernama Avangard. Senjata ini apalagi diklaim lebih mutahir dari senjata manapun tercantum kepunyaan AS.

Kemudian, semacam apa kecanggihan Avangard?

Avangard sesungguhnya bukan rudal baru. Dia telah dibesarkan oleh Rusia semenjak 2018 kemudian.

Pengujian secara sungguh- sungguh apalagi dicoba 2018. Dari laporan TASS, Avagard dikabarkan mempunyai jangkauan antarbenua serta keahlian buat terbang sedini Mach 20, lebih dari 15. 000 mph.

Hipersonik sendiri didefinisikan mempunyai kecepatan Mach 5 ataupun lebih dari 3. 806 mph. Avangard apalagi diucap sanggup menjauhi radar pertahanan AS.

" Tidak terdapat satu negeri juga yang mempunyai senjata hipersonik, terlebih senjata hipersonik rentang daratan," kata Presiden Rusia Vladimir Putin pada pertemuan dewan Departemen Pertahanan Rusia.

Dari informasi CNBC International, media itu memberi tahu kalau Rusia sesungguhnya telah menguji Avangard sebanyak 2 kali pada 2016. Uji ketiga dicoba lagi pada Oktober 2017.

Tetapi sayangnya di uji ketiga itu, Avangard kandas. Dia jatuh sebagian detik saat sebelum menggapai sasaran.

Sedangkan itu, AS dikabarkan belum mempunyai senjata lain buat menandingi Avangard. Dengan kecepatan serta keahlian manuvernya, Avangard dikatakan hendak susah sekali dilacak serta dikalahkan.

Walaupun demikian, Pentagon dikabarkan tengah meningkatkan senjata baru. Menteri Pertahanan Mark Esper apalagi berkata kalau senjata itu dapat digunakan sebagian tahun lagi.

Ikatan Rusia serta AS sering putus- nyambung. Terakhir ini, ikatan sedikit memanas sebab AS meloloskan RUU tentang sanksi untuk perusahaan- perusahaan asing yang ikut serta dalam pembangunan pipa gas Nord Stream Two yang membentang dari Rusia ke Jerman.

Perlombaan persenjataan antara negara- negara dunia terus menjadi sengit. Sebagian waktu kemudian, Rusia mengumumkan senjata baru bernama Avangard.

Dikutip CNBC International, senjata ini telah lama dipersiapkan Rusia, tepatnya semenjak 2016. Hendak namun, uji coba yang dicoba sampai 2017 senantiasa menuai kegagalan lantaran jatuh sebagian detik saat sebelum menggapai sasaran.

Setahun setelah itu, pengujian lebih sungguh- sungguh dicoba. Dari laporan TASS, Avangard dikabarkan mempunyai jangkauan antarbenua serta keahlian buat terbang sedini Mach 20 lebih dari 15. 000 m per jam.

Hipersonik didefinisikan mempunyai kecepatan Mach 5 ataupun lebih dari 3. 806 mph. Avangard apalagi diucap sanggup menjauhi radar pertahanan AS. Apalagi Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim tidak terdapat satupun negeri yang mempunyai senjata hipersonik semacam yang dipunyai Rusia.

" Tidak terdapat satu negeri juga yang mempunyai senjata hipersonik, terlebih senjata hipersonik rentang daratan," kata Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan Dewan Departemen Pertahanan Rusia.

Senjata hipersonik yang sudah dibesarkan sepanjang 3 tahun ini, disinyalir dapat melanda Amerika Serikat( AS) bila negeri itu mau berperang.

Sedangkan itu, AS dikabarkan belum mempunyai senjata lain buat menandingi Avangard. Dengan kecepatan serta keahlian manuver, Avangard dikatakan hendak susah sekali dilacak serta dikalahkan.

" Moskow telah membuat senjata ini sepanjang 3 tahun serta dirancang bagaikan rudal balistik antarbenua," kata Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dikutip dari CNBC International.

Pada Maret 2018, Putin memanglah mengakui hendak meluncurkan 6 senjata baru. Dikala itu, dia berkata kecepatan senjata yang dipunyai Rusia bakal menggapai 20 kali lipat dari kecepatan suara.

Walaupun demikian, Pentagon pula dikabarkan lagi meningkatkan senjata baru. Menteri Pertahanan AS Mark Esper apalagi berkata senjata itu dapat digunakan sebagian tahun lagi.

Ikatan AS dengan Rusia kembali memanas sebab AS meloloskan RUU tentang sanksi untuk perusahaan- perusahaan asing yang ikut serta dalam pembangunan pipa gas Nord Stream Two. Pipa itu membentang dari Rusia sampai Jerman.

TerPopuler