Kaum Zionis Israel Mencuri Jutaan Uang Milik Rakyat Palestina -->

Kaum Zionis Israel Mencuri Jutaan Uang Milik Rakyat Palestina

Rabu, 15 Januari 2020, Januari 15, 2020

Kabinet Keamanan Israel pada hari Ahad memilah buat menahan 43 juta Dolar AS, dana pajak dari Palestina, berkata duit itu sudah digunakan buat‘ mempromosikan kekerasan’, media Israel memberi tahu.

diplomatmuda.com
Jumlah tersebut ialah dana yang bagi penjajah digunakan orang Palestina buat membayar keluarga- keluarga Palestina yang sudah dipenjara ataupun dibunuh bagaikan akibat dari melanda Israel, bagi bermacam laporan.

Palestina berkata pembayaran itu dibutuhkan buat menolong keluarga rentan yang sudah terserang akibat kekerasan serta penjajahan Israel.

Keputusan tersebut menjajaki pemangkasan dana seragam oleh penjajah Israel pada bulan Februari buat mengimbangi pembayaran Otoritas Palestina( PA) kepada para pejuang Palestina yang dipenjara, di mana PA membalas dengan memboikot seluruh penyerahan pajak sepanjang lebih dari separuh tahun, memunculkan kekhawatiran kebangkrutan.

Namun 6 bulan setelah itu, dengan Otoritas Palestina dalam krisis keuangan yang mendalam, kedua belah pihak membuat konvensi buat melanjutkan kembali sebagian besar transfer.

Pejabat Otoritas Palestina Hanan Ashrawi mengancam aksi Israel terkini, menyebutnya bagaikan“ aksi pencurian serta pemerasan politik.”

“ Ini merupakan pelanggaran yang jelas terhadap hak- hak Palestina serta menandatangani perjanjian dan aksi pidana hukuman kolektif yang dicoba sebab alibi politik dalam negeri Israel yang sinis,” katanya dilansir Associated Press.

Di dasar konvensi perdamaian sedangkan dari tahun 1990- an, Israel mengumpulkan pajak atas nama Palestina, yang menempatkan jumlah dikala ini di 222 juta Dolar AS per bulan. Dengan diplomasi terhenti semenjak 2014, Israel terkadang menahan duit bagaikan wujud keluhan ataupun tekanan.

Presiden Otoritas Palestina( PA) yang didukung Barat, Mahmoud Abbas, berkata, walaupun terpukul oleh pemotongan dorongan AS yang curam oleh pemerintahan Trump, sudah menahan pembayaran tunjangan pada keluarga- keluarga Palestina yang dipenjara atas tuduhan keamanan serta mereka yang wafat ataupun terluka oleh pasukan penjajah.

Israel serta Amerika Serikat mengklaim, kebijakan itu, yang ditingkatkan buat membagikan pembayaran bulanan yang lebih besar untuk para tahanan yang menempuh hukuman yang lebih lama, sudah mengundang‘ kekerasan’. Abbas menggambarkan para tahanan serta korban Palestina bagaikan pahlawan perjuangan nasional.

“ Ini( keputusan Israel) hendak sangat merugikan kami,” kata Abbas kepada anggota partai sekuler Fatah, di pusat kota Palestina Ramallah.“ Tetapi kami memiliki hak serta kami tidak hendak khawatir.”

Berkata pemerintahan Abbas sudah membayar 150 juta shekel( 43, 37 juta Dolar AS) dalam wujud tunjangan buat korban pejuang Palestina pada tahun 2018, kabinet keamanan Israel berkata jumlah yang sama hendak diperhitungkan dari pajak yang dikumpulkan buat PA sepanjang tahun yang hendak tiba.

Jumlah yang bagi Israel hendak dipotong pada Februari merupakan sebesar 138 juta Dolar AS- mencerminkan pembayaran tahanan oleh PA sepanjang 2018.

Jumlah total duit yang dipotong saat ini sama dengan 6, 8% dana pajak sebab PA. Pengiriman duit secara penuh menggapai dekat separuh dari anggaran PA, yang melakukan pemerintahan sendiri terbatas di Tepi Barat yang diduduki Israel.

“ Telah sangat lama, kami mengizinkan PA buat membayar pendapatan kepada teroris. Acara itu telah berakhir,” klaim Wakil Menteri Pertahanan Israel Avi Dichter di account Twitter.

Amerika Serikat( AS) menghasilkan undang- undang tahun kemudian buat kurangi dorongan ke PA secara tajam kecuali menghentikan tunjangan. Aksi itu, yang diketahui dengan Taylor Force Act, dinamai bersumber pada nama pensiunan militer Amerika berumur 29 tahun yang ditikam oleh seseorang Palestina kala mendatangi Israel pada tahun 2016.

Washington berikutnya sudah memangkas ratusan juta dolar untuk organisasi- organisasi kemanusiaan serta badan- badan PBB yang menolong Palestina kala berupaya menekan Abbas buat kembali ke meja negosiasi.

Abbas sudah menolak pemerintah Trump, menuduhnya bias pro- Israel.*

TerPopuler