Renungkan 4 Ayat Ketika Kalian Merasa Sedih

Renungkan 4 Ayat Ketika Kalian Merasa Sedih

Monday, 20 January 2020, January 20, 2020
Belum lama ini, kata galau dengan gampang kita dapati dalam bermacam peluang. Kita dapat mencermatinya dikala berjumpa dengan teman kita ataupun membaca status jejaring sosial. Umumnya kata yang satu ini timbul disebabkan putus pacaran, kemauan yang tidak tersampaikan, ataupun kesedihan yang merundung. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, galau dimaksud bagaikan“ kacau tidak keruan( berpikir).”
Para galauwer, istilah untuk“ pecinta galau”, umumnya menuliskan kegalauannya dengan kalimat semacam,“ Apabila pada waktunya kita wajib berpisah, saya tidak hendak melupakan kalian. Tetapi saya hendak menjadikan kalian suatu ingatan, bukan hanya kenangan.” Ataupun,“ Bersyukur sebab masih dapat memandang indahnya dunia, meski kalian masih senantiasa buat ia.” Dapat pula misalnya ini,“ Seketika orang yang senantiasa berkata kalau ia hendak senantiasa menunggu, menghilang…”
Kata galau seakan jadi obat ampuh dalam mengekspresikan gundah gulana yang bergelayut menyelimuti diri. Sesungguhnya, kata galau jadi terkenal semenjak timbulnya suatu program kegiatan di salah satu tv nasional. Sementara itu, kala Kamu menulis ataupun mengatakan perasaan pilu kepada orang lain tanpa dapat menghalangi diri, dapat membuka kemampuan kejahatan dari orang yang tidak bertanggungajawab buat melaksanakan suatu yang malah membuat Kamu terus menjadi jauh dari kebahagiaan.

Bagaikan seseorang Muslim, pastinya kita tidak boleh membebaskan diri dari tuntunan Ilahi yang sudah sediakan kalimat- kalimat mukjizat yang jitu mengusir perasaan galau. Sayidina Ja`far putra Sayidina Muhammad Al- Baqir membagikan 4 ayat anti galau yang pastinya langsung bersumber dari Dzat Yang Maha Mengenali seluruh perkara yang tengah melilit. 
Resep ala beliau yang akan dipaparkan berikut ini bisa kita baca langsung dalam kitab Al-Jawaahir Al-Lu`luiyyah fi Syarh Al-Arba`iin An-Nawawiyyah yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Al-Dimyathi halaman 13-14.

Ayat pertama yang menjadi obat kegalauan termaktub dalam surah Al-Anbiya` ayat 87. Disebutkan jika kita merasa sumpek hendaklah kita membaca ayat ini yang bunyinya:

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”
Ayat berikutnya merupakan jawaban bagi orang yang telah membacanya:
فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ
“Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (Qs. Al-Anbiya` : 88). Ayat ini merupakan jawaban atas Nabi Yunus as yang mengucapkan kalimat tersebut dari dalam perut ikan di kegelapan samudera.

Ayat anti galau selanjurnya berbicara mengenai orang yang dihinggapi rasa takut. Ketika kita tengah merasa ketakutan terhadap sesuatu, bacalah:

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيل
“Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (Qs. Ali Imran : 173).
Bagi orang-orang yang ketakutan kemudian membaca ayat di atas, maka Allah menandaskan:
فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوء
“Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa.”

Ayat anti galau ketiga berkenaan seseorang yang tertipu. Bagi kita yang menjadi korban penipuan, jangan terlalu larut dalam kesedihan, cobalah membaca ayat :

وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَاد
“Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.” (Qs. Al-Mukminun : 44).
Barangsiapa membaca ayat tersebut sebagaimana kaum-kaum di masa nabi terdahulu juga mengucapkannya, Allah menyatakan:
فَوَقَاهُ اللَّهُ سَيِّئَاتِ مَا مَكَرُوا
“Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka.” (Qs. Al-Mukminun : 45).

Dan ayat keempat yang menjadi pengusir rasa galau adalah ayat yang berkenaan tentang seseorang yang menginginkan sesuatu, hendaknya membaca :

مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّه
“Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.” (Qs. Al-Kahfi : 39). Allah mewahyukan:
فَعَسَى رَبِّي أَنْ يُؤْتِيَنِ خَيْرًا مِنْ جَنَّتِكَ
“Maka mudah-mudahan Tuhanku, akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik dari pada kebunmu (ini).” (Qs. Al-Kahfi : 40).

TerPopuler