Bahaya Dosa Pelakor / Takhbib -->

Bahaya Dosa Pelakor / Takhbib

Minggu, 16 Agustus 2020, Agustus 16, 2020
Bahaya-Dosa-Pelakor-Takhbib

Bahaya Dosa Pelakor / Takhbib - Islamidina,- Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum Wb Wb. Hai Sahabat Muslim Indonesia dimanapun berada. Kali ini kita kan membahas tentang hal Viral akhir - akhir ini yaitu Pelakor atau dalam islam disebut Takhbib.

Pelakor adalah singkatan Perebut laki orang, sebutan ini digunakan untuk perempuan/wanita yang merebut suami dari perempuan/wanita lainnya.
 
TIPS PSIKOLOGI TNI : TES PSIKO GAMBAR
 
Sedang untuk laki - laki pengambil Istri atau Bini laki-laki atau pria lain Lazim di sebut dengan Pebinor.

Sedangkan dalam islam baik pelakor maupun pebinor disebut dengan Takhbib Yaitu seseorang baik laki - laki maupun perempuan yang merusak rumah tangga orang lain.

👉👉👉BAHAYA DOSA PELAKOR/TAKHBIB 👉👉👉


Dalam Islam, Lelaki merebut istri orang / istri orang merebut  suami orang atau pelakor, hukumnya sama.

Merusak rumah tangga orang lain merupakan dosa besar, menyebabkan rumah tangga pasangan muslim menjadi hancur dan tercerai-berai.

Perlu diketahui bahwa prestasi terbesar bagi Iblis adalah merusak rumah tangga seorang muslim dan berujung dengan perceraian, sehingga hal ini termasuk membantu mensukseskan program Iblis.

Pelakor / Pebinor dapat meyebabkan perceraian dimana perceraian merupakan suatu hal yang sangat tidak disukai Allah SWT walaupun memang bukan merupakan hal yang Haram.

Perhatikan hadits berikut, Dari Jabir radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ إِبْلِيْسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُوْلُ مَا

صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيْهِ مِنْهُ وَيَقُوْلُ نِعْمَ أَنْتَ

 
“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya.

Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata,

“Aku telah melakukan begini dan begitu”. Iblis berkata,

“Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun”.
 
Kemudian datang yang lain lagi dan berkata,
 
“Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya.

Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata,
 
“Sungguh hebat (setan) seperti engkau”
 
(HR Muslim IV/2167 no 2813)

Rusaknya rumah tangga dan perceraian sangat disukai oleh Iblis. Hukum asal perceraian adalah dibenci, karenanya ulama menjelaskan hadits peringatan akan perceraian

Al-Munawi menjelaskan mengenai hadits ini,

إن هذا تهويل عظيم في ذم التفريق حيث كان أعظم مقاصد اللعين لما فيه من انقطاع النسل وانصرام بني آدم وتوقع وقوع الزنا الذي هو أعظم الكبائر

“Hadits ini menunjukan peringatan yang sangat menakutkan tentang celaan terhadap perceraian.

Hal ini merupakan tujuan terbesar (Iblis) yang terlaknat karena perceraian mengakibatkan terputusnya keturunan. Bersendiriannya (tidak ada pasangan suami/istri) anak keturunan Nabi Adam akan menjerumuskan mereka ke perbuatan zina yang termasuk dosa-dosa besar yang paling besar menimbulkan kerusakan dan yang paling menyulitkan” (Faidhul Qadiir II/408)

Merusak rumah tangga seorang muslim disebut dengan “takhbib”. Hal ini merupakan dosa yang sangat besar, selain ada ancaman khusus, ia juga telah membantu Iblis untuk mensukseskan programnya menyesatkan manusia.

Bentuk “takhbib”

Bentuk Takhbib atau Pelakor/Pebinor mempunyai banyak bentuk dan cara, yang pada intinya semuanya akan menyebabkan rusaknya hubungan rumah tangga orang lain.

Bentuk Takhbib atau pelakor yang pertama adalah seperti Menggoda salah satu pasangan pasutri yang sah dengan mengajak berzina, baik zina mata, tangan maupun zina hati sehingga ia menjadi benci dengan pasangan sahnya

Menggoda istri orang lain dengan memberikan perhatian dan kasih sayang yang semu, misalnya melalui SMS, WA atau inbox sosial media.

TIPS MILITER : MILITER 


Sang istri pun terpengaruh karena selama ini mungkin suaminya sibuk mencari nafkah di kantor seharian.

Bisa juga bentuknya menggoda suami orang lain dan mengajaknya berzina atau di zaman ini di kenal dengan istilah “PELAKOR” (Perebut Laki Orang).

Bentuk Takhbib atau merusak hubungan rumah tangga orang lain dapat juga berupa mengompor-ngompori salah satu pasutri agar membenci pasangannya.

Semisalnya sering menyebut-nyebut kekurangan suaminya dengan membandingkan dengan dirinya atau suami orang lain.

Padahal suaminya sangat baik dan bertanggung jawab, hanya saja pasti ada kekurangannya.

Bahaya Dosa Pelakor / Takhbib

Ancaman dosa melakukan “takhbib” terdapat pada hadits berikut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ﻟَﻴْﺲَ ﻣِﻨَّﺎ ﻣَﻦْ ﺧَﺒَّﺐَ ﺍﻣﺮَﺃَﺓً ﻋَﻠَﻰ ﺯَﻭﺟِﻬَﺎ

”Bukan bagian dari kami, Orang yang melakukan takhbib terhadap seorang wanita, sehingga dia melawan suaminya.” (HR. Abu Daud 2175 dan dishahihkan al-Albani)

Ad-Dzahabi menjelaskan yaitu merusak hati wanita terhadap suaminya, beliau berkata,

ﺇﻓﺴﺎﺩ ﻗﻠﺐ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻋﻠﻰ ﺯﻭﺟﻬﺎ

”Merusak hati wanita terhadap suaminya.” (Al-Kabair, hal. 209).

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﻓْﺴَﺪَ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓً ﻋَﻠَﻰ ﺯَﻭْﺟِﻬَﺎ ﻓَﻠَﻴْﺲَ ﻣِﻨَّﺎ

”Barang siapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya maka dia bukan bagian dari kami.”  ( HR. Ahmad, shahih)

Dalam kitab Mausu’ah Fiqhiyyah dijelaskan bahwa merusak di sini adalah mengompor-ngimpori untuk minta cerai atau menyebabkannya (mengompor-ngompori secara tidak langsung).

ﻣَﻦْ ﺃَﻓْﺴَﺪَ ﺯَﻭْﺟَﺔَ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﺃَﻱْ : ﺃَﻏْﺮَﺍﻫَﺎ ﺑِﻄَﻠَﺐِ ﺍﻟﻄَّﻼَﻕِ ﺃَﻭِ ﺍﻟﺘَّﺴَﺒُّﺐِ ﻓِﻴﻪِ ، ﻓَﻘَﺪْ ﺃَﺗَﻰ ﺑَﺎﺑًﺎ ﻋَﻈِﻴﻤًﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏِ ﺍﻟْﻜَﺒَﺎﺋِﺮِ ” ﺍﻧﺘﻬﻰ

“Maksud merusak istri orang lain yaitu mengompor-ngompori untuk meminta cerai atau menyebabkannya, maka ia telah melalukan dosa yang sangat besar.” (Mausu’ah Fiqhiyyah 5/291

Demikian pembahasan kita kali ini tentang Bahaya Dosa Pelakor / Takhbib, Semoga bermanfaat dan dapat menjadi pengingat kita agar menjauhi Takhbib.

Wallahu A'lam Bisshowab, Wassalamualaikum wr wb. 

TerPopuler