Hadits Keutamaan Niat - Hadits Arbain Ke 1 -->

Hadits Keutamaan Niat - Hadits Arbain Ke 1

Sabtu, 09 November 2019, November 09, 2019
keutamaan niat

ISLAMIDINA - Hadits keutamaan niat ini merupakan hadits ke 1 dalam kitab arbain nawawiyah. Hadits ini menjelaskan tentang keutamaan amal yang dilandasi dengan niat.

Niat merupakan suatu amalan yang dilakukan dengan hati jadi tidak ada yang tau niat selain orang itu dan Allah SWT. Setiap amal pun harus dilandasi dengan niat jika kita melakukan perbuatan tanpa didasari dengan niat maka perbuatan tersebut akan sia sia.

Niat juga merupakan amalan yang wajib dilakukan dalam melakukan segala hal karna dengan dilandasi dengan niat maka amal yang kita lakukan akan menghasilkan keikhlasan. karna itu hati hati dalam berniat karna jika salah niat maka salah pula amal perbuatan kita.

Baca Juga : 



Hadits ke 1 dalam kitab hadits arbain nawawiyah ini menjelaskan tentang niat berikut haditsnya.

عَنْ أَمِيرِ المُؤمِنينَ أَبي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضيَ اللهُ عنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: (( إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَِى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا، أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ )). رَوَاهُ إِمَامَا الْمُحَدِّثِيْنَ أَبُوْ عَبْدِ اللهِ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيْلَ بْنِ إِبْرَاهِيْمَ بْنِ الْمُغِيْرَةِ بْنِ بَرْدِزْبَهْ الْبُخَارِيُّ، وَأَبُوْ الْحُسَيْنِ مُسْلِمُ بْنُ الْحَجَّاجِ بْنِ مُسْلِمٍ الْقُشَيْرِيّ النَّيْسَابُوْرِيّ، فِيْ صَحِيْحَيْهِمَا اللَّذَيْنِ هُمَا أَصَحُّ الْكُتُبِ اْلمُصَنَّفَةِ.

Arabnya : "Innamal A’malu Binniat Wa Innama Likullimriin Ma Nawa. Famankana Hijratuhu illallah Wa Rasulihi Fahijratuhu Illallah Wa Rasulihi. Wa Mankanat Hijratuhu liddunya Yushibuha Au Imraatu Yankikhuha Fahijratuhu Ila ma Hajara Ilaihi"

Artinya : Diterima dari Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Al Khaththab adia berkata: ‘Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Amalan-amalan itu hanyalah tergantung pada niatnya. Dan setiap orang itu hanyalah akan dibalas berdasarkan apa yang ia niatkan. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya keapda Allah dan Rasul-Nya. Namun barang siapa yang hijrahnya untuk mendapatkan dunia atau seorang wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia niatkan tersebut.” (Diriwayatkan oleh dua Imamnya para ahli hadits, Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari dan Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj  bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi dalam dua kitab shahih mereka, yang keduanya merupakan kitab yang paling shahih diantara kitab-kitab yang ada.).

Diriwayatkan oleh al Bukhari dan Muslim (1907).

Baca Juga : 




Pengertian Niat

Niat secara bahasa berarti al-qashd (keinginan). Sedangkan niat secara istilah syar’i, yang dimaksud adalah berazam (bertedak) mengerjakan suatu ibadah ikhlas karena Allah, letak niat dalam batin (hati).

Keutamaan Niat

Niat itu terbagi kepada 2 ada niat dunia ada niat akhirat. Hati hati dalam berniat karna ketika melaksanakan niat kita harus dilandasi keikhlasan. Jika kita melakukan perkara tanpa dilandasi keikhlasan maka perkara tersebut akan sia sia.

Niat Dunia

Niat dunia adalah ketika melakukan suatu perkara atas dasar duniawi seperti kita makan tanpa niat apapun itu akan menjadi niat duniawi. Namun ada niat akhirat yang malah justru jadi niat duniawi seperti ketika kita melakukan ibadah tapi hanya ingin terlihat oleh orang lain pekerjaannya akhirat tapi niat nya duniawi maka ibadah tersebut sia sia

Niat akhirat

Niat akhirat itu seperti ketika melakukan ibadah semata mata karna Allah maka itu akan menjadikan nialai ibadah untuk kita. Ada justru pekerjaan dunia malah jadi amalan akhirat contohnya kita makan tapi kita berniat agar kuat melakanakan ibadah maka aktivitas makan kita tersebut sudah masuk kategori amalan akhirat yang pasti akan mendapatkan pahala.

TerPopuler