Kawah Meteor Terbesar Di Dunia Ditemukan Setelah 800 Tahun -->

Kawah Meteor Terbesar Di Dunia Ditemukan Setelah 800 Tahun

Jumat, 17 Januari 2020, Januari 17, 2020
Kawah yang merupakan lubangan besar terjadi karna suatu peristiwa salah satunya karna adanya hantaman asteroid ataupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun apa jadinya ketika suatu kawah terbesar di dunia baru ditemukan setelah 800 tahun lamanya.

Pada 800.000 tahun yang lalu,suatu batu luar angkasa menghantam bumi dengan keras serta kilat. Akibat dari meteorit selebar 1,2 mil( 1,9 km) melemparkan puing di 10 persen permukaan planet.

Para ilmuwan sudah menciptakan puing- puing kuno ini, sebagian besar dalam wujud gumpalan kaca yang diketahui bagaikan tektit, di Asia, Australia, serta Antartika. Namun hingga saat ini, para periset belum sempat menciptakan web tempat meteorit itu.


Dalam suatu riset baru yang diterbitkan dalam harian Proceeding of National Academy of Sciences, para ilmuwan menggambarkan posisi di mana batu besar itu jatuh, ialah di suatu bidang vulkanik di tenggara Laos.

" Terdapat banyak, banyak upaya buat menciptakan posisi akibat serta banyak anjuran, mulai dari Kamboja utara, Laos tengah, serta apalagi Tiongkok selatan, serta dari Thailand Timur sampai lepas tepi laut Vietnam," Kerry Sieh, penulis utama riset ini, dilansir brilio. net dari sciencealert. com, Selasa( 14/ 1).

Riset regu Sieh menawarkan fakta kokoh kalau kawah terkubur di dasar tanah. Perihal ini yang menarangkan kenapa para periset tidak bisa menciptakannya tadinya. Kala meteorit menghantam, dia memanaskan batu pada titik tumbukan serta melontarkannya ke langit. Batuan cair ini setelah itu dingin jadi tektit. Dengan mengecek di mana tektit berantakan, para ilmuwan bisa melacak asal- usul meteorit yang menciptakannya.


foto: PNAS/Sieh et al

Dalam permasalahan ini, tektit menampilkan kepada para ilmuwan kalau suatu meteorit besar menghantam permukaan bumi 800. 000 tahun yang kemudian, di sesuatu tempat di antara 3 daratan tempat mereka menciptakan potongan- potongan kaca.

Kepadatan tektit terbanyak sudah ditemui di Indocina, suatu semenanjung yang terdiri dari Kamboja, Laos, serta Vietnam menjadikannya tempat sangat logis buat mencari kawah.

Namun suatu meteorit yang sebesar itu sepatutnya meninggalkan sisa cedera selebar satu mil di Bumi serta jatuh 300 kaki( 91, 4 m) ke tanah, bagi penulis riset.

" Itu lubang dimensi yang sangat susah buat dihilangkan," Aaron Cavosie, seseorang ilmuwan planet asal Australia yang tidak ikut serta dalam riset ini, berkata kepada New York Times, dilansir brilio. net, Selasa( 14/ 1).

Tetapi, walaupun Indocina merupakan bagian yang relatif normal dari planet kita. Kawah tumbukan bisa terkubur di dasar lempeng tektonik yang beralih ataupun dibuang oleh erosi.

Dalam penelitiannya, Sieh awal kali memandang 3 web akibat kuno di Kamboja, Laos tengah, serta Tiongkok selatan. Namun tiap- tiap kawah berusia puluhan juta tahun lebih tua.

Di samping itu, di daerah dataran besar Bolaven, Laos selatan para periset menciptakan aliran lava yang cocok dengan kelompok umur. Aliran lava ini berumur antara 51. 000 serta 780. 000 tahun.


Peta di atas menampilkan seberapa jauh tektit menyebar serta foto utama yang menampilkan bidang vulkanik Bolaven di Laos.

Letusan di dataran 2. 300 mil persegi( 6. 000 km persegi) sudah menghasilkan susunan lava sedalam 1. 000 kaki( 300 m). Bidang vulkanik ini lumayan besar buat menyembunyikan kawah meteorit.

" Tumpukan batu vulkanik yang tebal ini memanglah mengubur posisi akibat," tulis Sieh serta rekannya.

Buat hingga pada kesimpulan, Sieh menyamakan kimia batuan di bidang vulkanik dengan tektit. Hasil perbandingan tersebut nyatanya sesuai.

Setelah itu mereka mengukur medan gravitasi di dekat Dataran Besar Bolaven. Nyatanya benar, para periset menciptakan zona dasar tanah, elips setebal 300 kaki( 90 m), panjang 11 mil( 18 km) serta lebar 8 mil( 13 km) di mana gravitasi jadi aneh.

Sebab kawah diisi dengan material yang kurang padat daripada batuan di sekitarnya, mereka mempunyai tarikan gravitasi yang sedikit lebih lemah. Sinyal gravitasi di medan vulkanik Laos menampilkan keberadaan kawah dasar tanah. Terlebih lagi, lava di atas kemampuan akibat kawah berumur kurang dari 800. 000 tahun.

Fakta terakhir terletak 12 mil( 19 km) dari puncak ladang vulkanik. Suatu tempat batu pasir nampak dihancurkan dengan puing- puing. Singkapan batu pasir berisi butiran kuarsa retak, yang bagi pakar geologi ialah ejeksi proksimal dari meteorit.

Bagi Aaron Cavosie, riset baru ini tidak memastikan secara tentu kalau akibat kawah di Laos. Tetapi dia berkata kepada The New York Times kalau ini merupakan petunjuk hebat di web baru yang layak diselidiki.

Para ilmuwan butuh menggali sampai ditaksir ratusan m ke dalam lava buat membongkar teka- teki geologis ini.

TerPopuler