Kisah Pohon Sahabi Yang Menjadi Sahabat Rasulullah Saat Kecil

Kisah Pohon Sahabi Yang Menjadi Sahabat Rasulullah Saat Kecil

Friday, 14 February 2020, February 14, 2020
Sebuah pohon besar nan rimbun yang berdiri kokoh di Yordania, sekitar 150 kilometer dari Kota Amman, menjadi perhatian orang di dunia, khususnya umat Islam. Sebab itu bukanlah pohon sembarangan, melainkan Pohon Sahabi yang diyakini pernah dijadikan tempat berteduh Nabi Muhammad SAW.

Di tempat itu pula diyakini, Muhammad SAW semasa masih kecil bertemu dengan seorang Biarawan Nasrani bernama Bahira. Saat itu Nabi Muhammad ikut berdagang dengan sang paman, Abu Thalib ke negeri Syam. Mereka berangkat bersama rombongan pedagang Quraisy. Rombongan, termasuk Nabi Muhammad SAW sempat berteduh di bawah Pohon Sahabi tersebut.
Hasil gambar untuk pohon sahabi habib umar
Ketika Nabi Muhammad berteduh disebuah pohon, pohon tersebut bernama Pohon Sahabi. Uniknya pohon tersebut masih hidup sampai hari ini. Disinilah dulu Nabi Muhammad pernah berteduh sambil menjaga Unta & barang dagangan Kabilah.
Dahan" Pohon ini melindungi Nabi Muhammad dari teriknya Matahari.

Pohon ini berada di tengah" Padang Pasir gersang diYordania. Meski hidup ditempat yg panas, Pohon ini tumbuh subur & mampu bertahan selama ribuan thn lamanya.
Karena jadi satu"nya sahabat Nabi yg masih hidup, Pohon ini sering dikunjungi oleh Muslim diseluruh Dunia.
Kadang Pohon ini suka menggugurkan Daunnya, namun kemudian tumbuh subur kembali.

Waktu kecil, Nabi Muhammad pernah diajak Pamannya Abu Thalib menuju Basra,Syam untuk berdagang. Ditengah perjalanan, saat beliau masih kecil bertemu dgn seorang pendeta Nasrani bernama Buhaira. Pendeta itulah yg mengetahui tanda" kenabian Muhammad berdasarkan Alkitab.

Saat bertemu dgn rombongan Abu Thalib, Buhaira melihat seorang anak yg memiliki ciri" Kenabian. Kemudian Buhaira menjamu Kabilah untuk makan siang. Namun Muhammad tidak datang ke jamuan tersebut karena ia ditugaskan untuk menjaga Unta & barang dagangan sambil berteduh dibawah Pohon Sahabi. Melihat Muhammad tidak hadir, Buhaira segera mencari anak kecil itu. Buhaira melihat ciri" lain Kenabian Muhammad ketika dahan" pohon itu melindungi Muhammad dari panasnya matahari. Dia semakin yakin kalau anak kecil ini kelak akan menjadi Nabi terakhir.

Pohon Sahabi masih hidup sampai sekarang. Setelah 1400 thn berlalu, Pohon tersebut ditemukan masih hidup oleh seorang pangeran dari Yordania. Ajaibnya, Pohon itu bisa bertahan hidup selama ribuan tahun ditempat yg sangat panas & tidak ada tumbuhan lain disekitarnya. Meskipun demikian, pohon ini bisa tumbuh subur & bertahan selama ribuan thn lamanya.

Allah Sengaja Tetap Menhidupkan Pohon Sahabi Ini Agar Jadi Bukti Sejarah Islam DiMasa Lalu. Hal Apapun Yg Berkaitan Dgn Nabi Muhammad, Itu Pasti Kekal & Mulia

Apa Keistimewaan Pohon Sahabi?


Salah satu keistimewaan pohon ini adalah usianya yang disebut sudah mencapai ribuan tahun. Pohon Sahabi masih tetap hidup dan tumbuh subur meski di bawah teriknya panas matahari gurun pasir Yordania.

Saksi Pertemuan Rasulullah dengan Biarawan Nasrani


Seorang pakar tafsir, Muhammad Ibn Jarir At-Tabari menceritakan kisah pendeta Buhaira yang bertemu dengan Muhammad kecil. Saat itu usia Nabi Muhammad sekitar 9 atau 12 tahun. Nabi Muhammad sedang bersama pamannya Abu Thalib dan rombongan pedagang Quraisy dalam perjalanan untuk berdagang ke negara Syam.

Dalam perjalanan, rombongan bertemu dengan Buhaira yang seorang pendeta Nasrani. Buhaira kemudian mengajak rombongan tersebut beristirahat sejenak di bawah pohon Sahabi. Sebelumnya memang Buhaira sudah merasakan firasat akan bertemu dengan seorang nabi terakhir.

Kepada rombongan tersebut, Buhaira pun memberitahu Abu Thalib bahwa ada tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad SAW. Tanda itu berupa, awan yang selalu memayungi Muhammad dari terik sinar matahari selama perjalanan.

Buhaira juga melihat ketika Nabi Muhammad sedang duduk di bawah Pohon Sahabi ranting-ranting pohon menunduk berusaha menutupi Nabi Muhammad agar tidak terkena terik panas matahari. Dia pun berpesan kepada Abu Thalib untuk selalu menjaga putra kecil itu, karena suatu saat ia akan membawa keberkahan bagi umat manusia.

Meski pohon ini berada di tengah gurun pasir yang sangat panas, Pohon Sahabi tetap berdiri kokoh dengan dedaunan lebat berwarna hijau. Hal ini adalah bentuk keberkahan Nabi Muhammad karena pohon itu hampir menyentuh kulit nabi dan masih kokoh hingga saat ini.

TerPopuler