Keutamaan Sholawat Bagi Umat Muslim -->

Keutamaan Sholawat Bagi Umat Muslim

Selasa, 29 September 2020, September 29, 2020
keutamaan sholawat

Keutamaan Sholawat dan Bacaan Sholawat Nabi - Islamidina,- Asslamualaikum wr wb. Sobat muslim diseluruh Indonesia nahkan Dunia kali ini kita kan membahas keutamaan shalawat.

Keutamaan Sholawat dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebagai umat muslim, mendirikan sholat, berpuasa dan membaca Al-qur’an adalah beberapa hal yang bisa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah. 

Namun tidak hanya itu saja, mencintai Rasulullah dengan membaca sholawat untuknya juga menjadi satu amalan luar biasa. Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW menjadi perintah langsung dari Allah SWT. 

Sholawat Merdu : Lirik Ya Tarim, Sholawat Turi Putih 

Sebab, ini juga merupakan refleksi dari kecintaan seseorang terhadap Nabi Muhammad SAW. Ada banyak keutamaan Sholawat jika diamalkan.

Bersholawat artinya adalah jika datang dari Allah maka berarti pemberian rahmat. Jika dari malaikat artinya adalah pemberian rahmat dan dari orang-orang mukmin maka berarti berdoa agar diberi rahmat. 

Bagi orang-orang yang mengamalkannya, sholawat memiliki banyak keutamaan. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dalma sabdanya.

8 Keutamaan Sholawat untuk Umat Muslim

1. Mendapat Ampunan

Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW tidak hanya membuat hati tenang tetapi juga mendapat ampunan dosa. Penghapusan 10 dosa adalah salah satu keutamaan sholawat. Allah akan mengampuni dosa dari hambanya yang gemar bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sholawat merupakan kifarat yang bisa menghapus dosa seseorang.

2. Menjadikan Pemenuhan Hajat

Ketika seseorang membaca sholata dengan ikhlas maka Allah akan memenuhi hajat-hajatnya. Karena keutamaan membaca sholawat adalah mencukupkan apa yang diinginkan oleh manusia. sehingga tak heran jika banyak yang menyarankan untuk bersholawat sesering mungkin ketika ia memiliki hajat sebagai ikhtiar supaya dikabulkan oleh Allah SWT.

3. Mendapat 10 Sholawat dari Allah SWT

Barangsiapa yang membaca sholawat, Allah akan memberinya 10 sholawat. Hal ini sesuai dengan apa yang ada di dalam hadist riwayat Muslim. Mereka yang bersholawat meski hanya 1 kali maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali. Bisa dibayangkan bagaimana jika seseorang bersholawat tanpa kenal waktu.

4. Penghantar Doa Agar Diijabah

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa keutamaan sholawat menjadikan pemenuhan hajat. Dan sholawat inilah yang menjadi penghantar agar doa-doa kita diijabah oleh Allah SWT. Mengawali doa menggunakan sholawat diharapkan bisa diijabah oleh Allah. Menghantarkan doanya di sisi Allah SWT.

5. Mendekatkan Diri dengan Rasulullah di Hari Kiamat

Setiap umat muslim tentu berharap mendapat syafaat dari Rasulullah SAW ketika hari akhir tiba. Dengan bersholawat, seseorang bisa mendekatkan diri kepadaNya dan RasulNya. Kelak, pembaca sholawat bisa mendapat syafaat dari Rasulullah karena kegemarannya dalam bersholawat.

6. Sebagai Pengingat

Tahukah Anda bahwa sholawat bisa menjadi pengingat untuk kita. Keutamaan sholawat yang bisa kita dapatkan adalah menjadi pengingat untuk apa yang terlupa. Sholawat bisa diibaratkan sebagai shalat yang membuat kita terus mengingat Allah dan RasulNya. Terus bersholawat menunjukkan bahwa kita ingin terus diingatkan dan tidak pernah barang sedetik melupakanNya.

7. Mentaati Perintah Allah SWT

Seperti yang kita ketahui bahwa membaca sholawat itu adalah perintah Allah SWT. Hal ini juga sesuai dengan firman Allah yang ada di dalam Al Quran surat Al Ahzab ayat 56. Sholawat menjadi bukti kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW. Sholawat juga merupakan doa yang ditujukan kepada Rasulnya.

8. Menjadi Zakat

Zakat berarti menyucikan diri. Sehingga bisa diartikan jika Anda bersholawat, maka  bisa mensucikan dirinya karena Allah SWT akan menghapus 10 dosa serta menulis 10 kebaikan. Allah juga menjadikan sholawat sebagai sedekah bagi mereka yang tidak mampu dalam bersedekah.

Gemar membaca sholawat membuat hidup lebih barokah. Ampunan Allah SWT terbuka lebar untuk mereka yang gemar bersholawat. Ada banyak keutamaan sholawat yang bisa seseorang dapatkan. Salah satu yang paling utama adalah sebagai penghantar doa kita kepada Allah. Mari mulai bersholawat setiap waktu agar mampu menjadikan diri lebih dekat denganNya dan RasulNya.

Keutamaan Sholawat

Kita sebagai umat muslim dianjurkan bahkan diwajibkan untuk mencintai Rosulullah SAW, ada banyak cara dan bentuk kita cinta pada nabi Muhammad SAW.
 
Salah satu bentuk kita mencintai Rosulullah SAW adalah dengan mengikuti ajarannya yaitu mentaati perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya.
 
Bentuk lain mencintai Rosulullah SAW adalah dengan banyak - banyak mengingatnya yaitu dengan selalu dan senantiasa membaca Sholawat kepada nabi Muhammad SAW.

Dengan selalu mengingat rosulullah SAW kita akan mendapatkan banyak manfaat dan keutamaan Sholawat serta keridhoan dan syafaat beliau di hari Akhir.
 
Abul Hasan al-Bakri, Abu 'Umarah bin Zaid al-Madini dan Muhammad bin Ishaq al-Mathlabi meriwayatkan,

Suatu hari ketika Rosululloh ﷺ berada di masjid, tiba-tiba seorang lelaki bercadar datang menemui beliau. Lelaki itu membuka cadar yang menutupi wajahnya dan berkata dengan fasih, "Salam sejahtera untukmu duhai manusia yang memiliki kemuliaan yang menjulang tinggi dan tak tertandingi."

Nabi ﷺ kemudian mendudukkan lelaki tersebut di antara beliau dan Sayyidina Abu Bakar rodhiyallohu 'anhu.

Sayyidina Abu Bakar memandangi lelaki tersebut kemudian berkata kepada Rosululloh ﷺ ; "Duhai Rosululloh, mengapa engkau meletakkannya di antara aku dan engkau sedangkan aku mengetahui bahwa di muka bumi ini tidak ada seseorang yang engkau cintai melebihi diriku?"

Rosululloh ﷺ kemudian bersabda;
"Duhai Abu Bakar, Jibril memberitahuku bahwa lelaki ini suka bersholawat kepadaku dengan sebuah sholawat yang belum pernah dibaca oleh siapapun sebelumnya."

Sayyidina Abu Bakar pun lantas berkata: "Duhai Rosululllh ajarkanlah kepadaku sholawat yang ia baca agar aku dapat bersholawat kepadamu dengannya."

Rosululloh ﷺ kemudian menyebutkan sholawat tersebut :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد في الأَوَّلِينَ وَالآخِرِينَ، وَفِي الْمَلأِ الأَعْلَى إِلَى يَوْمِ الْدِّينِ.


Allohumma sholli 'ala sayyidina muhammadin wa 'ala a-li sayyidina muhammadin fil awwalina wal a-khirin, wa fil mala-il a'la ila yaumiddîn

Sayyidina Abu Bakar kemudian bertanya; "Duhai Rosululloh, apakah balasan yang akan diperoleh seseorang yang membaca shalawat ini?"

Rosululloh ﷺ menjawab;
"Duhai Abu Bakar, engkau telah menanyakan sesuatu yang aku tidak mampu menghitungnya. Seandainya lautan menjadi tinta, pepohonan menjadi pena dan para malaikat menjadi juru tulis. Maka lautan akan kering, pepohonan akan habis sedangkan para malaikat belum selesai mencatat pahala sholawat ini."
 
Imam Nawawi Al-Bantani rahimahullah (lahir tahun 1815, meninggal dunia tahun 1898) berkata bahwa yang dimaksud “shalawat dari Allah” adalah semoga Allah menambahkan kemuliaan. Sedangkan “salam” yang dimaksud adalah semoga Allah memberikan penghormatan yang tinggi dan derajat yang mulia. (Lihat Kasyifah As-Saja Syarh Safinah An-Najaa, hlm. 29)

Ada ulama yang mengatakan bahwa shalawat dari Allah artinya rahmat, shalawat dari malaikat artinya ampunan, sedangkan shalawat dari manusia artinya do’a.

Jika kita mengatakan semoga shalawat pada beliau dari malaikat, maksudnya adalah doa berupa ampunan dari malaikat.

Jika kita mengatakan semoga shalawat pada beliau dari seorang khotib (yang berkhutbah), maksudnya adalah doa kebaikan dari khatib.

Jika kita mengatakan semoga shalawat pada beliau dari Allah, maksudnya adalah semoga Allah merahmati beliau.

Namun Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menyatakan bahwa shalawat itu lebih spesial lagi dari do’a rahmat. Lihat saja, para ulama sepakat mendoakan rahmat pada setiap orang beriman. Namun mengenai shalawat pada selain Nabi, para ulama berbeda pendapat, apakah boleh ataukah tidak. Kalau do’a itu bermakna rahmat, maka tentu tidak ada perbedaan. Sebagaimana kita mendo’akan seseorang dengan rahmat, berarti juga boleh kita bershalawat padanya semoga shalawat pada orang tersebut dari Allah, seperti itu doanya.
Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk
Perhatikan pula, Allah menyebutkan shalawat sendiri dan rahmat sendiri dalam satu ayat,

أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ


“Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 157). Penyebutan shalawat dan rahmat di sini menunjukkan akan perbedaan keduanya. Karenanya pula para ulama rahimahumullah menggunakan shalawat dari Allah pada satu tempat, menggunakan kata rahmat juga pada tempat yang lain. Kesimpulannya, shalawat tidak sama dengan rahmat.

Pengertian yang paling bagus mengenai shalawat adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Abul ‘Aliyah rahimahullah,

صَلاَةُ اللَّهِ ثَنَاؤُهُ عَلَيْهِ عِنْدَ الْمَلاَئِكَةِ ، وَصَلاَةُ الْمَلاَئِكَةِ الدُّعَاءُ


“Shalawat dari Allah maksudnya adalah pujian Allah pada Nabi di sisi para malaikat. Shalawat dari malaikat maksudnya adalah do’a.”

Jadi kalimat “Allahumma shalli ‘alaih”, Ya Allah, semoga shalawat untuk beliau, maksudnya: pujilah beliau di sisi makhluk yang Maha Mulia yaitu para malaikat. (Lihat Syarh Al-Mumthi’, 3: 163-164)

Sedangkan kalimat salam itu bermakna Allah yang menyelematkan, menjaga dan menolong Nabinya. (Syarh Al-Mumthi’, 3: 149)

Demikianlah  Keutamaan Sholawat Yang Tak Terbatas Pahalanya, semoga kita mendapat syafaat Rosulullah SAW di hari kiamat nanti ... aamiin

Wallahu A'lam Bisshowab

TerPopuler