Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Sunan Giri, Tokoh Islam Yang Menyebarkan Agama Islam Melalui Kesenian

Assalamualaikum wr wb, Apa kabar sahabat Islamidina. Com. Semoga kita senantiasa dilindungi Allah dan dijauhkan dari mara bahaya maupun penyakit di zaman pancaroba ini ya. Kali ini, tak lengkap jika kita tidak membahas sejarah Islam. Yaitu Kisah tentang Sunan Giri

 

Kisah Sunan Giri

 Kisah Sunan Giri

Awal mula kemuculan Islam tak disambut baik oleh masyarakat. Tetapi, tokoh Islam dan nabi Muhammad SAW tidak pernah lelah menyebarkan agama Islam ke seluruh dunia.

Sejatinya, penyebaran agama Islam tak bisa lepas dari peran serta Karomah Walisongo. Waliyullah menyebaran agama Islam melalui berbagai pendekatan, tujuannya agar masyarakat bersedia menerima dan memeluk agama Islam. 

Salah satunya adalah Sunan Giri, salah satu Wali Songo yang berhasil menyebarkan agama Islam menggunakan metode kesenian.

Menurut sejarah, Sunan Giri dikenal memiliki pengetahuan luas dalam ilmu fikih sehingga masyarakat menyebut Sunan Giri sebagai Sultan Abdul Fakih. yang memiliki bakat seni tinggi dan menjadi cara ampuh menyebarkan agama Islam, walaupun di awal-awal tak disambut baik tetapi lama kelamaan membuat masyarakat percaya sehingga banyak yang memeluk agama Islam.

Baca Juga :  Karomah Sunan Kalijaga

Hebatnya lagi, kesenian karya Sunan Giri masih dinikmati masyarakat sampai sekarang. Pastinya terdapat di pelajaran sekolah sehingga menjadi bukti sejarah di Indonesia, diantaranya adalah lagu cublak suweng, lilir-ilir, jelungan dan lagu anak lainnya. 

Menariknya lagi, lagu tersebut memiliki permainan yang seru dan mampu menghilangkan kepenatan.

Ada juga Gending Asmaradana dan Pucung yang memiliki nuansa Jawa, tetapi pesan ajaran Islamnya sangat kental. Perlu diketahui, Sunan Giri memiliki nama kecil Raden Paku atau Muhammad Ainul Yakin. Beliau lahir di Blambangan atau Bayuwangi pada tahun 1442 M. Bahkan beliau juga disebut sebagai Jaka Samudra lantaran sewaktu kecil pernah dibuang keluarga dari ibu ke laut. Tetapi beliau dipungut menjadi anak oleh Nyai Semboja menurut babat Tanah Jawi versi Meinsma.

Sunan Giri menuntut ilmu di pesantren Sunan Ampel yang masih menjadi keturunan keluarganya. Selain itu beliau pernah merantau ke Malaka dan Pasai, tatkala ilmu agama dan pengetahuan umum sudah didapatkan membangun Pondok Pesantren. 

Tepatnya di daerah perbukitan di Desa Sidomukti, Selatan di Gresik. Disnilah awal mula beliau memiliki mendapat sebutan Sunan Giri, menurut bahasa Jawa, bukit memiliki arti “Giri” untuk itulah beliau disebut Sunan Giri.

Dalam menyebarkan agama Islam, beliau merangkul semua kalangan dan tak membeda-bedakan etnis satu dengan lainnya. Untuk itulah beliau menjadikan pondok pesantren untuk pendidikan dan pusat pengembangan masyarakat. Alhasil masyarakat di seluruh penjuru ingin mendatangi pondok pesantren tersebut dan perlahan mempelajari agama Islam.

Sunan Giri berhasil membesarkan nama pondok pesantren dan dakwahnya semakin lancar. Hebatnya lagi, pesantren beliau berkembang sebagai salah satu pusat kekuasaan yang dikenal dengan Giri Kedaton. Pastinya, Sunan Giri sebagai Pemimpin pemerintahannya dan disebut Prabu Satmata.

Giri Kedaton berhasil menjadi pusat politik unggulan yang diakui di Jawa. Tak heran, Sunan Giri menjadi penasehat dan panglima militer Kesultanan Demak saat Raden Patah mengundurkan diri dari Majapahit. Bahkan hal tersebut tercatat pada Babad Demak sehingga memiliki bukti sejarah yang kuat.

Hal tersebut membuat Demak tak bisa lepas dari sosok Sunan Giri karena beliau mendapingi masyarakat dalam berbagai hal. Beliau juga diakui sebagai Mufti atau pemimpin tertinggi keagamaan se tanah Jawa, pangkat tersebut membuat Sunan Giri semakin mudah menyebarkan agama Islam dari berbagai pendekatan.

Sejatinya, Sunan Giri menyiarkan agama Islam melalui kesenian yang mampu meresap ke dalam jiwa masyarakat. Dengan begitu mereka tidak terpaksa memeluk agama Islam, mereka merasakan sendiri khasiat dan logika dari kesenian yang diciptakan Sunan Giri. Setelah itu, mereka menjadi muaaf dengan kesungguhan hati dan mempelajari agama Islam lebih dalam.

 


Posting Komentar untuk " Kisah Sunan Giri, Tokoh Islam Yang Menyebarkan Agama Islam Melalui Kesenian"

close
[ klik disini 2X ] [ close ]